Senin, 12 September 2011

Kumpulan Puisi

SMS


SMS yang kaukirim padaku
………..dalam bentuk kupu-kupu
………..hinggap bergetar di sudut mataku.
Kepak sayapnya bercahaya bak kilau kaca jendela
………..dengan sebuah panorama indah:
………..wajah yang menunggu bagai setangkai bunga.

Indahnya Bersamamu

Tahun adalah belantara di mana semaksemaknya kauganti mawar
adalah harihari mengalir bagai sungai dan arusnya lembut lenganlenganmu
malammalam mengembara dan kau bintang yang menuntunku
adalah waktu yang kauganti dengan detak jantungmu.

Jejakmu tempat paling indah untuk kuciptakan kenangan.

Terimakasih karena Mencintaiku

Kekasih, terimakasih karena mencintaiku.
Membiarkan matahariku memeluk hangat dirimu
merestui hadirku di pagimu.

Membiarkan hatimu
ikhlas menjadi rumah bagi hatiku.

Membiarkan matamu
tempat paling sejuk untuk jiwaku berteduh.

Terimakasih karena mencintaiku.


Aku Hanya Mampu Mencintaimu

Aku bahagia tinggal di hatimu. Mengukir lembahmu dengan sungai yang mengalir dari telaga di mataku. Sebuah mataair untukmu, di tepinya ada mahligai yang selalu diterangi cahaya, dari jendela-jendelanya hanya terlihat indahnya pemandangan. Setapak jalan cinta yang naik turun di lembah-lembah romantika. Seperti sebuah gelombang di mana kita berayun menghabiskan masa.

Jantungku berdebar indah untukmu. Dawai-dawai yang tak pernah kehabisan getar, berirama melantunkan rindu. Menggema nada-nada cinta merangkai simfoni kehidupan kita. Pada gemuruh air terjun, pada angin yang berhembus di daun-daun, pada kicauan burung-burung dan rumpun bambu yang bersenandung. Senantiasa kita dengar musik anggun yang menggetarkan jiwa.

Hanya kamu yang ada di hatiku, di dekapku. Sebuah perapian yang selalu menyala dalam kobaran cinta. Kehangatan adalah menggenangi pipi dengan airmata. Mengubahnya menjadi gerimis yang melukis pelangi di pinggir senja. Tubuhmu adalah selimut bagi jiwaku, aku adalah api perwujudan panasmu. Engkau adalah gunung yang indah, akulah magma yang membara.

Biarkan cahaya matahari jatuh di wajahmu. Aku bahagia memandang keindahan alam dari jendela hatimu. Serumpun sajak cinta. Sehamparan dunia dan masadepan yang menjulang hingga nirwana. Bukankah kuciptakan hujan untuk menghapus debu-debu masa lalu. Bukankah kubalut langit dengan pelangi dan kupetik setangkai mawar untukmu. Dan sungguh, aku hanya mampu mencintaimu.

Mencintaimu


Gerimis mencintaimu kekasih. Lembut butirbutir kasih sayang jatuh di ceruk matamu, mengalir ke lubuk puisi. Curahan hatiku. Matahari pagi merajut benangbenang gerimis, dan seikat pelangi jadi konde indah bagi rambutmu.

Hujan mencintaimu kekasih. Jejakjejak kemarau dihapusnya dari pelataran. Tak dibiarkannya bungabunga terkulai tanpa kegembiraan. Disiramkannya airmata langit untuk membasahi lembah jiwamu.

Angin pun mencintaimu kekasih. Diterbangkannya bungabunga dalam hembusan lirih di jendela, disematkannya semerbak wangi di tubuhmu. Merengkuhmu, kurasakan musim bunga yang tiada akhir.

Senja mencintaimu kekasih. Hamparan keemasan seolah lukisan nirwana. Dibelainya rambutmu dalam sentuhan jingga. Jiwa bergelora. Mengingatmu penuh gairah. Ke dalam hatimu bangaubangau mengepakkan sayapsayap jiwaku pulang.

Malam mencintaimu kekasih. Dinyalakannya lampulampu indah menghiasi ruang kita bercengkerama. Bulan bulat keperakan. Bintangbintang berkedip mengintip di kejauhan. Semua menjadi lukisan kelambu malammalam istimewa kita.

Dan pagi mencintaimu kekasih. Adakah yang lebih membuat bahagia dari matahari yang memeluk hangat jiwamu. Matahari yang terbit dari lembah hatiku, selalu menyapamu dengan kecupan: aku mencintaimu kekasih.

Bidadari Pagi

Matahari selalu meyakinkan kita
bahwa untuk setiap malam yang gulita dan panjang
pasti menyimpan sisi terang di ujungnya
Sisi terang yang selalu berbeda dari satu waktu ke lain waktu.
Tetapi ada kenikmatan yang hampir sama, ialah kehangatan
seperti genggaman tanganmu
merapatkan jarijemari pada jemariku di dada.

Gerimis kadang datang
tetapi itu akan memperindah ladang bunga
saat kugunting pelangi untuk ikat rambutmu
dan bidadari tak dapat turun ke bumi karenanya.
Kamulah pemandangan paling indah
sedang senyumanmu terekam abadi lukisan Davinci.

Di rebak rambutmu, kucium semerbak melati
setiap kali kusibak tiap helainya, aku menemukan wajahmu
manja berbisik pada angin. Akulah bidadari itu

Ketika Kamu Tertidur

Ketika kamu tertidur, aku di sisimu menjaga
merangkai permata kehidupan kita
hingga malam larut gulita
kusulam metafora dalam rajutan kata.
Mimpi indah tercipta.

Kutatap wajahmu, kamu manis pulas terlena
di ujung bibirmu senyum masih tersisa
seperti terselip sekuntum bunga.
Kucium bunga itu dengan kecupan mesra
di lembaran sajak kujadikan tandabaca.

Sebab itulah sajakku bermekaran warna
sebuah perjalanan di taman-taman surga
keindahan tak ada habisnya, tak ada matinya
terangkai makna ungkapan karya pujangga
di penghujung malam kupanjatkan sebagai doa.

Ketika kamu terjaga, kubacakan sebait cinta
kusaksikan sinar matamu menjelma bintang kejora
wajahmu putih ceria, pagi mengembang cahaya
itulah bagian terindah puisi yang kucipta
ketika kamu tersenyum bahagia.

Seindah Apakah Cinta

Kamu tanya padaku seindah apakah cinta
bulan tak mampu menjelaskannya
diriasnya bumi dan ombak di telaga
dengan cahaya perak purnama
belum cukup menyebutnya surga.

Kamu tanya padaku seputih apakah cinta
melati hanya tertunduk tanpa kata
kelopakkelopak mungilnya hanya mampu
mengabdi di lekuk tubuhmu
menyengatkan wangi pada peluk ciummu.

Kamu tanya padaku sedalam apakah cinta
tujuh lautan tak berani kasih jawaban
hanya dengan terjun ke palung hatiku
kamu akan tahu betapa di kedalaman mana pun
hatiku berhiaskan nama indahmu.

Melukis Puisi di Matamu

Matamu sepasang coklat tua yang teduh. Memandangmu, seperti rindang pepohonan di tengah kolam seroja. Aku tercebur. Jatuh dan mencintaimu. Dan cinta: berpendar dalam berjuta pixel warna. Memancar di percik cipratan airmatamu.

Dan di sejuk tatapanmu, aku melukis puisi. Sebab di sana ada spektrum cinta. Membuat rindu seteduh biru lautan yang anggun menyusun ombak gemuruh. Membuat kecemasan membias ungu seperti langit malam menunggu bintangbintang berlabuh.

Membuat harapan secerah mentari di jendela subuh. Yang membuat merah wajah kita, setiap kali tak dapat menahan dahsyatnya ledakan jantung. Dan seikat pelangi mencercahkan seluruh warna dalam satu goresan senyum.

Bulu matamu yang lepas, biar kujadikan kuas, hanya agar semua terlukis seindah rindu padamu. Kutahu tanganku tak mampu menoreh warna selembut tatapanmu, menggoreskan kata selembut ucapan mu. Tidak juga mataku dan tidak juga mulutku.


By:Charis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar